Tentang Kenangan

2 Desember 2008

Bagaimanakah sebuah kenangan datang pada kita?

Awalnya ku pikir peristiwa – peristiwa yang ku tinggalkan di belakang ku hilang tak berbekas, menghilang ditelan waktu, kupikir aku telah meninggalkannya sebagai sebuah peristiwa yang tak akan datang kembali.

Tetapi peristiwa – peristiwa itu ternyata meninggalkan jejak, tidak hilang begitu saja.

Sebuah kenangan kadang datang begitu saja menyergap kita di jalan yang sunyi, seperti seorang pencuri. Kenangan mungkin tak pernah diundang atau jika pun diundang tidak hadir dengan lengkap, hanya sepotong – potong.

Mungkin kau pernah mengenang sebuah jejak di masa lalu, mengingat nama – nama, tempat, waktu…tetapi kau tak bisa lengkap mengingatnya…

Tetapi ketika kenangan itu datang begitu saja, menyergap, lintasan lengkap datang kepadamu.

Utuh, yang akan membuatmu menarik nafas panjang, tersenyum kecil, atau menitik kan air mata. Mungkin kau menutup matamu, membiarkannya diam sambil berharap moment itu kembali. Mungkin kau menutup matamu dengan kuat, mengerutkan dahimu agar enyah.

Setiap kenangan datang padamu, akan muncul kata ajaib, andai, seumpama, kalau saja… tetapi kenangan itu tak abadi, kenangan itu datang sesekali pada kita, diundang atau tidak, dipanggil atau tidak, kenangan akan kembali menyelinap ke balik milyaran sel – sel neutron di otak kita.

Aku selalu membayangkan seperti di film – film.

Saat kita melihat sesuatu, mendengar sesuatu, mencium sesuatu, merasakan sesuatu, ada yang berlarian di otak kita, menelusuri sel – sel, membuka halaman – halaman buku dengan cepat , lintasan – lintasan cahaya menyusuri neutron kita, dan buuum sebuah gambar yang bergerak, menayangkan ulang sebuah peristiwa, dengan jelas seperti menonton sebuah film.

Suatu kali mungkin kau mendengar sebuah kalimat (atau hanya sebuah kata) yang akan mengingatkanmu akan sebuah peristiwa.

Kali lain kau mungkin kau merasakan dingin atau panas atau rasa sakit di kulitmu yang membuatmu melihat sebuah peristiwa di masa lalu.

Sebuah bau yang kau cium, sepotong benda yang remeh temeh yang kau lihat , akan tak terduga membawamu pergi ke sebuah peristiwa di deretan jejakmu yang kau tinggalkan.

Itulah mungkin kau suka menyimpan barang – barang dari sebuah peristiwa.

Itu sebabnya mungkin kau menyukai photo – photo yang berjejer dalam album.

Itu sebabnya mungkin kau menyimpan lagu – lagu itu.

Agar kau bisa terbantu saat mengali ingatan. Kau membutuhkan sesuatu, sebagai stimulant untuk merangsang milyaran neutron bekerja menggali ingatan yang tersimpan rapi, menyelinap diantara milyaran peristiwa di otakmu.

Dan mungkin ada peristiwa – peristiwa yang tetap muncul, yang mengganggumu, yang datang ke mimpi – mimpimu, atau bahkan saat membuka matamu, semua benda, semua bau, semua rasa, semua suara, membuatmu tak bisa mengelak dari ingatan yang terus menerus datang, kau tak bisa mengenyahkannya.

Peristiwa yang tidak menyelinap jauh di neutron otakmu. Tetapi begitu dekat bahkan tanpa kau undang pun ia datang setiap detik.

Ingatan itu, kenangan itu selalu datang di belakangmu, menikammu dari belakang tiba – tiba saja, tiba – tiba kau menangis begitu saja atau tertawa bahagia atau kau menahan sebuah rasa sakit , berusaha mengenyahkannya. Tetapi kau selalu gagal.

Bahkan tanpa sebuah benda, sebuah rasa, sebuah bau atau sebuah suara pun, ingatan itu datang padamu, seaakan menjadi pendamping sepanjang hidupmu, mengikuti seperti teman yang setia, mungkin duduk di bahumu, seperti seorang peri yang mendampingimu, menghadirkanmu sebuah ingatan yang akan menyentakmu, membuatmu diam sepersekian detik, yang akan membuatmu tersenyum bahagia, atau sebuah rasa sedih yang berlebihan.

Seperti seorang pencuri, kita tak bisa memilih pencuri seperti apa yang akan datang pada kita bukan?

Kita mungkin sudah memilah kenangan yang mana yang kita undang datang, tetapi kita tak bisa menolak sebuah kenangan yang datang pada kita….yang menyergap kita, kita hanya bisa mencoba menolaknya tetapi tak pernah bisa.

Kau tahu caranya menolak kenangan yang datang padamu? Atau kau bisa memilah kenangan yang datang padamu?

Katakan padaku kalau kau tahu….

3 Tanggapan to “Tentang Kenangan”

  1. Aku : “Nggak tau… :(

  2. kenangan selalu bersgi dua: baik dan buruk. kenangan baik banyak diingat. kenangan buruk hendak dilupakan–namun teringat terus. mengenang adalah makanan bagi jiwa.

  3. alliandasudarsa Berkata

    *ndri kalo dah tahu kasih tahu aku ya? hehehe

    *iya, mas mpep, mengenang itu makanan bagi jiwa…setidaknya mengingatkan kita akan amsa lalu… :)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.